Ketiduran (Pengalaman Pribadi)

Tinggalkan komentar

Pada suatu hari (klasik banget euy), kala itu mentari sudah diufuk barat namun belum terbenam (klasik lagi neh… kalo sekarang bahasa kerennya “udah sore”) aq melakukan aktifitas seperti biasa. Makan, main, nonton TV, tidur.. tapi tidur kali ini gak disengaja, coz ketiduran didepan TV.

Setelah molor gak tau berapa lama akhirnya terbangun juga, sambil sempoyongan karena ngantuk menghampiri jam. liat jam udah jam 6 (kurang lebih). Dalam hati, “waduh, udah jam 6..harus buru2 mandi terus siap2 kesekolah. mana belum kerja PR..”. tapi sebelum itu aq sempat2in untuk olah raga pagi dikit. depan rumah aq liat temen2 pada ngumpul.. wuzzz.. langsung aq samperin.

Langsung aja aq tanya dengan penuh rasa heran..

“pada ngapain???” mereka diam dan penuh tanda tanya juga “?????”

aq tanya lagi, “udah jam berapa euy, pada ngapain disini??”,,

“kamu ngomong apa sih??” jawab mereka.

Lagi

Iklan

Mengeluh Tentang Kepala Sekolah

Tinggalkan komentar

“Saya pikir kepala sekolah kita sangat bodoh!” Kata seorang anak laki-laki kepada seorang gadis.
“Yah, kau tahu siapa aku?” Tanya gadis itu.
“Tidak,” jawab anak itu.
“Saya anak kepala sekolah,” kata gadis itu.
“Dan kau tahu siapa aku?” Tanya anak itu.
“Tidak,” jawabnya.
“Syukurlah,” kata anak laki-laki dengan napas lega sambil berlari.

Kelelawar Beda Jurusan dengan Tikus

Tinggalkan komentar

Malam itu di sebuah got ada seekor ibu tikus dan seekor anak tikus, Mereka sedang mengobrol di pinggir got.

Anak tikus melihat seekor kelelawar terbang di atasnya dan kemudian bertanya pada ibu tikus.

“Ibu, apa itu yang di atas?”

Sang ibu tikus pun menjawab, “Ooo …, itu kelelawar namanya ….”

Si anak tikus pun bertanya lagi, “Kok wajahnya mirip kita?”

Sang ibu menjawab, “Sebenarnya kelelawar itu masih sebangsa dengan kita …, tapi dia ambil jurusan penerbangan…!!!”

Kura-Kura Memanjat Pohon

Tinggalkan komentar

Seekor kura-kura kecil mulai memanjat sebuah pohon dengan perlahan-lahan.

Setelah selama berjam-jam mencoba, ia akhirnya sampai ke puncak, kemudian melompat sambil mengepakkan kaki-kakinya. Ia jatuh dengan keras ke tanah. Setelah sadar, ia memanjat lagi, lompat lagi, dan jatuh lagi. Kura-kura itu terus mencoba, sementara sepasang burung di atas pohon mengamati kura-kura itu dengan penuh rasa iba.

Kemudian burung betina berkata kepada suaminya, “Sayang, saya rasa inilah saatnya untuk memberitahu kura-kura kecil kita kalau dia adalah anak adopsi.”

Dikejar Oleh Beruang

Tinggalkan komentar

Dua orang ahli biologi sedang berada di lapangan untuk mencari jejak beruang liar. Tiba-tiba, beruang liar itu keluar dari sarangnya dan tepat berada di depan mereka.

Mereka memanjat pohon terdekat, tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama mulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya. Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, “Apa yang sedang kamu lakukan?”

Dia menjawab, “Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari.”

Orang kedua mengatakan, “Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?”

Pria pertama berkata, “Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!”

Anak Yatim

Tinggalkan komentar

Faqih: Eh… Bet! Mana kalimat yang benar?
A. Anak Yatim itu dipukuli ayahnya.
B. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya.

Albert: Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!

Faqih: Salah.

Albert: Apaan dong!!!

Faqih: Nggak ada yang bener, anak yatim mana punya ayah…

Suami Istri Saling Meledek

Tinggalkan komentar

Sepasang suami istri sedang berada dalam mobil, menyusuri jalan dalam kota, dan saling mendiamkan karena beberapa menit lalu mereka baru saja beradu argumen.

Tak lama, mereka melewati sebuah areal persawahan di mana banyak terdapat kambing dan sapi yang sedang merumput.

Si Suami menunjuk ke kawanan kambing dan sapi itu sambil berkata sinis kepada si Istri, “Saudara-saudara mu ya tuh?”

“Iya,” jawab si Istri, “Saudara ipar.”

Older Entries